assalamu'alaikum wr. wb.
pada postingan pertama ini, saya akan memosting mengenai penerapan EHR (Electronic Health Record) di dalam dunia kesehatan.
ini merupakan tugas yang menganalisis sebuah jurnal yang telah menerapkan EHR dalam sistemnya.
Gambaran Umum Penggunaan EHR
1. EHR di Rs. Bandung
2. EHR di Rs. Universitas Ulsan Korea
pada postingan pertama ini, saya akan memosting mengenai penerapan EHR (Electronic Health Record) di dalam dunia kesehatan.
ini merupakan tugas yang menganalisis sebuah jurnal yang telah menerapkan EHR dalam sistemnya.
Gambaran Umum Penggunaan EHR
1. EHR di Rs. Bandung
Seiring dengan
perkembangan jaman yang berjalan saat ini dan yang diikuti dengan kemajuan
teknologi, bidang kesehatan saat ini turut mendapatkan dampak dari kemajuan
teknologi tersebut. Banyak penerapan teknologi yang digunakan untuk menunjang Saat
ini pengelolaan medis atau rekam medis mengalami perkembangan, menjadi lebih
baik dari sebelumnya dari segi teknologi. Pengelolaan rekam medis di Indonesia
yang awalnya dilakukan secara konvensinal saat ini dikelola menggunakan
teknologi yang lebih canggih lagi. Teknologi yang digunakan ini adalah berupa
EHR yang merupakan alat rekam medis berupa aplikasi software. Rumah sakit yang
kini telah menggunakan EHR untuk melakukan rekam medis adalah salah satu rumah
sakit di Bandung.
Secara umum
penggunaan EHR di salah satu rumah sakit di Bandung sama dengan penggunaan EHR
pada umumnya. Namun yang berbeda di rumah sakit Bandung adalah menggunakan
C-EHR (Could-Electronic Health Record). Penggunaan C-EHR di salah satu rumah
sakit di bandung dimana C-EHR akan di-deploy pada infrastruktur cloud- computing. Oleh
karena itu, arsitektur dari C-EHR
akan menyesuaikan dengan arsitektur cloud-
computing. Cloud computing dibedakan atas public-cloud,
private-cloud dan community-cloud. Sedangkan C-EHR terbagi atas public C-EHR
dan private C-EHR.
Infrastruktur dari
private C-EHR terinstal di rumah sakit dan memberikan layanan untuk sistem lain
di rumah sakit, dokter dan petugas medrec rumah sakit. Sedangkan arsitektur
dari public C-EHR dimana private C-EHR di
setiap rumah sakit terhubung dengan public C-EHR yang
terinstal di tempat penyedia layanan cloud. Dokter,
petugas medrec, dan sistem lain di rumah sakit dapat mengakses layanan public C-EHR melalui private C-
EHR.
Selain itu, dokter dan
petugas
medrec
juga dapat mengakses secara langsung layanan public C-
EHR.
Hal
lain
yang berbeda
dari
public C-EHR adalah public C-EHR juga memberikan layanan bagi
pasien untuk melihat resume rekam medisnya.
Penggunaan C-EHR di
salaha satu rumah sakit di bandung memberikan layanan kepada pasien, dokterdan
petugas medrec. Layanan yang diberikan kepada pasien adalah pasien dapat
mengelola data sosialnya yang hanya bersifat relevan , melihat resume rekam
medisnya dan mengelola akunnya. Layanan yang diberikan kepada dokter adalah
dokter dapat mencari dan melihat EHR
pasien tertentu, mengelola data pribadinya dan mengelola akunnya. Sedangkan
layanan yang diberikan untuk petugas medrec hamper sama dengan layanan yang
diberikan kepada dojter, haya saja yang berbeda adalah petugas medrec dapat
dapat mengelola record resume rekam medis pasien dimana pasien dirawat dirumah
sakit tempat petugas medrec tersebut bekerja.
Ketiga subyek ini
dapat saling berinteraksi melalui EHR ini. Pada pada private C-HER dokter dan
petugas medrec yang saling berinteraksi. Namun disini dokter memiliki kemampuan
untuk menulis EHR dari pasien yang ditanganinya. Public C-EHR menangani
database pasien seluruh Indonesia. namun
data-data medis pasien
yang disimpan hanyalah data-data
resume rekam medis
pasien. Sedangkan private C-HER hanya menangani database pasien yang dirawat di satu rumah sakit dan
data-data medis pasien yang disimpan adalah data- data detail rekam medis
pasien.
2. EHR di Rs. Universitas Ulsan Korea
Pada jurnal tersebut
diuraikan bagaimana sebuah aplikasi Electronic
Health Records mulai diterapkan di Rumah Sakit Universitas Ulsan Korea pada
tahun 2009 dan setelah melalui beberapa proses, EHR secara resmi diluncurkan
pada tahun 2013. Jurnal juga menjelaskan bahwa pada tahun 2012 Rumah Sakit
Universitas Ulsan membentuk tim komputasi medis dan membangun sistem manajemen
informasi rumah sakit untuk mengaplikasikan EHR. Rumah Sakit Universitas Ulsan
juga membentuk Task Force Team (TFT)
yang berguna untuk mengembangkan aplikasi tersebut. Aplikasi Electronic Health Records yang
beroperasi pada ponsel TFT meliputi Electronic Medical Records (EMR), Sistem Informasi Laboratorium (SIL),
Sistem Penyimpanan Gambar dan Komunikasi (SPGK), Sistem Informasi Perawat (SIP),
dan standarisasi TFT yang membuat
kebijakan operasional dan keputusan untuk perbaikan sistem informasi untuk
pengendalian kualitas total.
Pencatatan Medis
Elektronik diatur dalam Manajemen Sistem Informasi Rumah Sakit Universitas
Ulsan dan apabila terdapar user atau
pasien yang kehilangan aplikasi maupun kehilangan akun maka administrator
manajemen sistem informasi akan menanggapi dengan cepat masalah tersebut. Informasi
yang dapat ditemukan pada Sistem Informasi Laboratorium (SIL) dan Sistem
Penyimpanan Gambar dan Komunikasi (SPGK) adalah temuan laboratorium,
elektrokardiografi, radiologis, dan gambaran diagnostik. Selain itu sistem ini
dapat juga mengkonversikan gambar elektrokardiografi menjadi gambar berformat
JPG.
Aplikasi Ponsel EHR
menekankan pada tugas-tugas yang mendesak dan penting yang perlu diproses,
mencerminkan pendapat penyedia layanan kesehatan. Sebelum pengembangan dimulai,
pihak manajemen telah mendefinisikan kebutuhan pengguna melalui survei
ekstensif. M-UMIS memiliki beberapa fitur yang menarik bagi pengguna untuk
penggunaan yang berkelanjutan. Alat proses analisis online yang digunakan dalam
mengkompensasi sistem untuk melihat penggunaan data oleh aplikasi. Pihak
manjemen telah memantau secara berkala penggunaan aplikasi dan jumlah log-in
untuk memenuhi perubahan kebutuhan dan tugas pengguna. Sebuah tahap peningkatan
dalam data mengakses via M-UMIS telah dikonfirmasi oleh alat-alat analisis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar