Senin, 12 Mei 2014

penerapan EHR

assalamu'alaikum wr. wb.
pada postingan pertama ini, saya akan memosting mengenai penerapan EHR (Electronic Health Record) di dalam dunia kesehatan.
ini merupakan tugas yang menganalisis sebuah jurnal yang telah menerapkan EHR dalam sistemnya.


Gambaran Umum Penggunaan EHR
1. EHR di Rs. Bandung


Seiring dengan perkembangan jaman yang berjalan saat ini dan yang diikuti dengan kemajuan teknologi, bidang kesehatan saat ini turut mendapatkan dampak dari kemajuan teknologi tersebut. Banyak penerapan teknologi yang digunakan untuk menunjang Saat ini pengelolaan medis atau rekam medis mengalami perkembangan, menjadi lebih baik dari sebelumnya dari segi teknologi. Pengelolaan rekam medis di Indonesia yang awalnya dilakukan secara konvensinal saat ini dikelola menggunakan teknologi yang lebih canggih lagi. Teknologi yang digunakan ini adalah berupa EHR yang merupakan alat rekam medis berupa aplikasi software. Rumah sakit yang kini telah menggunakan EHR untuk melakukan rekam medis adalah salah satu rumah sakit di Bandung.
Secara umum penggunaan EHR di salah satu rumah sakit di Bandung sama dengan penggunaan EHR pada umumnya. Namun yang berbeda di rumah sakit Bandung adalah menggunakan C-EHR (Could-Electronic Health Record). Penggunaan C-EHR di salah satu rumah sakit di bandung dimana C-EHR akan di-deploy pada infrastruktur cloud- computing. Oleh karena itu, arsitektur dari C-EHR akan menyesuaikan dengan arsitektur cloud- computing. Cloud computing dibedakan atas public-cloud, private-cloud dan community-cloud. Sedangkan C-EHR terbagi atas public C-EHR dan private C-EHR.
Infrastruktur dari private C-EHR terinstal di rumah sakit dan memberikan layanan untuk sistem lain di rumah sakit, dokter dan petugas medrec rumah sakit. Sedangkan arsitektur dari public C-EHR dimana private  C-EHR  di  setiap rumah sakit terhubung dengan public C-EHR yang terinstal di tempat penyedia layanan cloud. Dokter, petugas medrec, dan sistem lain di rumah sakit dapat mengakses layanan public C-EHR melalui private C- EHR.  Selain  itu,  dokter  dan  petugas  medrec  juga dapat mengakses secara langsung layanan public C- EHR.  Hal  lain  yang  berbeda  dari  public  C-EHR adalah public C-EHR juga memberikan layanan bagi pasien untuk melihat resume rekam medisnya.
Penggunaan C-EHR di salaha satu rumah sakit di bandung memberikan layanan kepada pasien, dokterdan petugas medrec. Layanan yang diberikan kepada pasien adalah pasien dapat mengelola data sosialnya yang hanya bersifat relevan , melihat resume rekam medisnya dan mengelola akunnya. Layanan yang diberikan kepada dokter adalah dokter dapat mencari dan melihat  EHR pasien tertentu, mengelola data pribadinya dan mengelola akunnya. Sedangkan layanan yang diberikan untuk petugas medrec hamper sama dengan layanan yang diberikan kepada dojter, haya saja yang berbeda adalah petugas medrec dapat dapat mengelola record resume rekam medis pasien dimana pasien dirawat dirumah sakit tempat petugas medrec tersebut bekerja.
Ketiga subyek ini dapat saling berinteraksi melalui EHR ini. Pada pada private C-HER dokter dan petugas medrec yang saling berinteraksi. Namun disini dokter memiliki kemampuan untuk menulis EHR dari pasien yang ditanganinya. Public C-EHR menangani database pasien seluruh Indonesia. namun   data-data   medis   pasien   yang   disimpan hanyalah  data-data  resume  rekam  medis  pasien. Sedangkan private C-HER hanya menangani database pasien yang dirawat di satu rumah sakit dan data-data medis pasien yang disimpan adalah data- data detail rekam medis pasien.

2. EHR di Rs. Universitas Ulsan Korea


Pada jurnal tersebut diuraikan bagaimana sebuah aplikasi Electronic Health Records mulai diterapkan di Rumah Sakit Universitas Ulsan Korea pada tahun 2009 dan setelah melalui beberapa proses, EHR secara resmi diluncurkan pada tahun 2013. Jurnal juga menjelaskan bahwa pada tahun 2012 Rumah Sakit Universitas Ulsan membentuk tim komputasi medis dan membangun sistem manajemen informasi rumah sakit untuk mengaplikasikan EHR. Rumah Sakit Universitas Ulsan juga membentuk Task Force Team (TFT) yang berguna untuk mengembangkan aplikasi tersebut. Aplikasi Electronic Health Records yang beroperasi pada ponsel TFT meliputi Electronic Medical Records (EMR), Sistem Informasi Laboratorium (SIL), Sistem Penyimpanan Gambar dan Komunikasi (SPGK), Sistem Informasi Perawat (SIP), dan standarisasi TFT yang membuat kebijakan operasional dan keputusan untuk perbaikan sistem informasi untuk pengendalian kualitas total.
Pencatatan Medis Elektronik diatur dalam Manajemen Sistem Informasi Rumah Sakit Universitas Ulsan dan apabila terdapar user atau pasien yang kehilangan aplikasi maupun kehilangan akun maka administrator manajemen sistem informasi akan menanggapi dengan cepat masalah tersebut. Informasi yang dapat ditemukan pada Sistem Informasi Laboratorium (SIL) dan Sistem Penyimpanan Gambar dan Komunikasi (SPGK) adalah temuan laboratorium, elektrokardiografi, radiologis, dan gambaran diagnostik. Selain itu sistem ini dapat juga mengkonversikan gambar elektrokardiografi menjadi gambar berformat JPG.
Aplikasi Ponsel EHR menekankan pada tugas-tugas yang mendesak dan penting yang perlu diproses, mencerminkan pendapat penyedia layanan kesehatan. Sebelum pengembangan dimulai, pihak manajemen telah mendefinisikan kebutuhan pengguna melalui survei ekstensif. M-UMIS memiliki beberapa fitur yang menarik bagi pengguna untuk penggunaan yang berkelanjutan. Alat proses analisis online yang digunakan dalam mengkompensasi sistem untuk melihat penggunaan data oleh aplikasi. Pihak manjemen telah memantau secara berkala penggunaan aplikasi dan jumlah log-in untuk memenuhi perubahan kebutuhan dan tugas pengguna. Sebuah tahap peningkatan dalam data mengakses via M-UMIS telah dikonfirmasi oleh alat-alat analisis.
  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar